PENINGKATAN SDM PETUGAS ALSINTAN KE SUMBER TEKNOLOGI

Kegiatan Peningkatan SDM petugas ke sumber teknologi dilaksanakan pada tanggal 24-27 Maret 2014 di PT. Bahagia Jaya Sejahtera, Ciawi Bogor.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah :

  • Meningkatkan pengelolaan dan kemampuan para petugas tentang peralatan pengolahan hasil pertanian TPH.
  • Mendapatkan Informasi dan wawasan berkaitan dengan peralatan pengelolahan hasil pertanian TPH.

Kegiatan ini diikuti oleh 24 orang yang terdiri dari 10 orang petugas Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel dan 14 orang dari 6 Kabupaten yaitu :Kab. Batola (4 orang), Kab. Tabalong (3 orang), Kab. Balangan (2 orang), Kab. Hulu Sungai Utara (2 orang), Kab. Hulu Sungai Selatan (2 orang) dan Kab. Banjar (1 orang).

Pada kunjungan tersebut peserta disambut langsung oleh pimpinan PT. Bahagia Jaya Sejahtera yaitu :  Rizal Syarbini dan staf. Pada kesempatan tersebut kepada para peserta diberikan penjelasan tentang : awal berdirinya perusahaan, jenis peralatan-peralatan yang diproduksi hingga saat ini, peralatan yang sudah mendapatkan SNI, juga pemasaran alat-alat yang dihasilkan.

      

Setelah mendapatkan penjelasan yang cukup banyak, peserta juga diajak untuk melihat bengkel kerja Alsintan dimana para pekerja sedang mengerjakan pembuatan peralatan yang dipesan antaralain : Chopper sebanyak 255 unit yang dipesan oleh Direktorat PSP Kementrian Pertanian, APPO (Alat Pembuat Pupuk Organik), Power Thresher, Dryer, Mesin Penggilingan Padi dan lain-lain.

      

Pemesanan alat yang diproduksi oleh PT. Bahagia Jaya Sejahtera dapt dilakukan secara pribadi/perorangan atau melalui pihak ke tiga dengan mnggunakan E-Katolog, selain itu pemesanan alat-alat yang dilayani bukan hanya untuk daerah sekitar Pulau Jawa saja tetapi juga diluar Pulau Jawa seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Pulau Sumatera.

     

Peralatan yang diproduksi yaitu :

  1. Alat dan Mesin Pasca Panen Padi (Paddy Reaper, Mesin Pemanen Padi, Hand Sprayer, Mesin Perontok Padi Mini, Mesin Perontok, Mesin Pedal Threser Bermotor, Dryer Box, Dryer Kompos Biomas, Mesin Gilingan Padi, Mesin Seed Cleaner, Mesin Giling Padi dan Mesin Rice Polisher).
  2. Alat dan Mesin Pasca Panen Kedelai (Dryer Box, Dryer Kompos Biomas, Mesin Perontok Kedelai, Mesin Seed Cleaner, Mesin Seperator/Pengayak Kedelai dan Timbangan Duduk).
  3. Alat dan Mesin Pasca Panen Kopi (Mesin Sangrai Kopi, Pengupas Kopi Basah, Pengupas Kopi Kering, Mesin Separator Biji Kopi, Dryer Box, Mesin Gongseng Kopi, Mesin Giling Kopi dan Mesin Pengemas Otomatis).
  4. Mesin Pasca Panen Tebu (Mesin Penggiling Tebu, Mesin Potong Tebu, Mesin Pemuat Tebu, Mesin Pengupas Daun Tebu, Mesin Pess Tebu dan Sealer Continue).

Harapan Kedepan selain mendapatkan wawasan dan informasi tentang peralatan pengelolahan hasil pertanian para peserta juga dapat meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan peralatan hasil pertanian tanaman pangan dan hortikultura, selain itu juga dapat memotivasi para petugas Alsintan untuk dapat mengembangkan pengerajin/Bengkel produksi alsintan yang ada demi kemajuan Teknologi di era-Mekanisasi ini di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan.

Posted in Kegiatan Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel, SDM, Umum | Leave a comment

PELATIHAN OPERATOR ALAT DAN MESIN PERTANIAN TAHUN 2014

Pelatihan Operator Alat dan Mesin Pertanian dilaksanakan oleh Balai Alat dan Mesin Pertanian TPH Prov. Kalsel selama 3 (tiga) hari efektif yaitu dari tanggal 17 – 19 Maret 2014 di BPKB – PNFI Banjarbaru.

Pelatihan Alat dan Mesin Pertanian bertujuan untuk membimbing para Operator Alsintan melalui peningkatan pengetahuan dan pengalaman berupa teori dan praktek langsung di lokasi tentang cara penggunaan alsintan di kelompok UPJA-nya masing – masing.

     

     

Pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Plh Kepala Dinas Pertanian TPH Prov. Kalimantan Selatan, Bapak Ir. Fathurrahman yang dalam pengarahannya menekankan bahwa dengan dukungan alsintan memungkinkan terjadinya peningkatan efisiensi tenaga kerja, transfer teknologi dan peningkatan Intensitas Pertanaman (IP) dalam proses produksi. Pemanfaatan alsintan secara optimal akan sangat membantu memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi ditingkat lapangan.

      

     

Pada kegiatan Pelatihan Operator ini menghadirkan beberapa narasumber dari : Balai Alat dan Mesin Pertanian TPH Prov. Kalsel, Balai Latihan Kerja Prov. Kalel, Balai Besar Penyuluhan Pertanian Binuang dan Produsen Alsintan (CV. Karya Hidup Sentosa dan PT. Kubota Indonesia) dengan materi sebagai berikut :

  1. Kebijakan Pengembangan Alsintan di Kalimantan Selatan oleh Kepala Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel, Bapak Ir. H. M. Arifin.
  2. Dinamika Kelompok oleh BBPP Binuang, Bapak Yusuf Rijayanto.
  3. Internal Cobustion Engine/Motor Bakar oleh Balai Latihan Kerja Prov. Kalsel, Bapak Kusdianto, Amd.
  4. Pengenalan alat dan Mesin Pertanian, oleh Bapak Siswo.
  5. Perencanaan Operasional dan Pengembangan Kelembagaan UPJA oleh Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel, Ibu Ir. Vitaria Siregar, MP.
  6. Manajemen Bengkel Pertanian oleh Kepala Seksi Pelayanan Bengkel Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel, Bapak Budi Raharjo, STP, MT.
  7. Pembukuan Usaha Jasa Alsintan dan Permodalan Usaha UPJA, oleh Bapak Miswanto.
  8. Operasional Alat dan Mesin Pertanian oleh Bapak Suswanto dari CV. Karya Hidup Sentosa, Jogyakarta.
  9. Perawatan Alat dan Mesin Pertanian oleh Bapak Heri Zalasa dari PT. Kubota Indonesia, Semarang.
  10. Praktek di lapangan oleh Tim Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel.

     

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para operator dapat meningkatkan kinerjanya dalam mengoperasikan, merawat dan memelihara Alsin yang dikelola dalam kelompok UPJa-nya masing-masing.

Posted in Alat dan Mesin Pertanian, Kabupaten Se-Kalimantan Selatan, Kegiatan Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel | Leave a comment

BIMBINGAN TEKNIS MANAJEMEN PENGOLALAAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN KELOMPOK USAHA PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)

Kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Pengolalaan Alsintan Kelompok UPJA dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 Maret 2014 bertempat di Hotel Rahayu Banjarbaru, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Alat dan Mesin Pertanian TPH Prov. Kalsel yang bertujuan :

  • Memberikan bimbingan teknis manajemen pengelolaan alsintan dan manajemen keuangan kelompok UPJA di Kalimantan selatan.
  • Memberikan bimbingan teknis operasional penggunaan dan perawatan alsintan pada kelompok UPJA di Kalimantan selatan.

Kegiatan ini diikuti oleh 52 orang yang terdiri dari masing-masing 1 orang petugas Dinas Pertanian pada 12 kabupaten/kota se- Kalimantan selatan dan 40 orang pengurus Kelompok UPJA disetiap kabupaten/kota se-Kalimantan selatan (Tabalong, Hulu Sungai Utara, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Banjarbaru).

Kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Pengelolaan Alat dan Mesin Kelompok UPJA dibuka secara resmi oleh Plh Kepala Dinas Pertanian TPH Prov. Kalsel, Bapak Ir. Fathurrahman yang dalam sambutannya menekankan kepada peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama sehingga semua materi yang disampaikan dapat bermanfaat dan dapat diterapkan, selain itu komunikasi yang baik dan tukar menukar pengalaman diantara peserta perlu dibangun agar dapat dijadikan pembelajaran bagi kelompok UPJA

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini yaitu :

  1. Kebijakan Kelembagaan UPJA di Kalimantan Selatan oleh Kepala Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel, Bapak Ir. H. M. Arifin.
  2. Pengembangan Alsintan Untuk Mendukung Mekanisasi di Kalimantan Selatan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian TPH Prov. Kalsel, Bapak Bachtiar, SP.
  3. Manajemen pengelolaan Alsintan dan Keuangan Kelompok UPJA, Upaya-upaya Untuk Meningkatkan Kinerja UPJA di Kalimantan Selatan oleh Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel, Ibu Ir. Vitaria Siregar, MP.
  4. SOP Operasional dan Perawatan Alsintan oleh Kepala Seksi Pelayanan Bengkel Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel, oleh Bapak Budi Raharjo, STP, MT.
  5. Dan Demonstrasi Alsintan oleh Tim Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel.

   

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja UPJA baik dari segi organisasi, teknis dan ekonomi serta keterampilan dalam mengoperasikan, merawat dan memelihara Alsintan yang dimiliki.

Posted in Kegiatan Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel | Leave a comment

Kunjungan Praktek Alsintan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri Banjarbaru

Balai Alat dan Mesin Pertanian TPH Provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 20 Februari 2014 menerima Kunjungan rombongan dari SPP Negeri Banjarbaru yang berjumlah 115 orang yang terdiri dari 3 orang Guru dan 112 orang siswa.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Pengenalan Alat dan Mesin Pertanian kepada para siswa SPP negeri Banjarbaru, adapun Alat dan Mesin Pertanian yang diperkenalkan kepada siswa adalah Alsin Pengolahan Tanah dan Alsin Pasca Panen.

Kunjungan ini diterima secara langsung oleh Kepala Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel, Ir. H. M. Arifin, Kepala Seksi Pelayan Bengkel, Budi Raharjo, STP, MT dan Kepala Seksi Pengembangan Teknologi, Ir. Vitaria Siregar, MP beserta para staf Balai Alat dan Mesin Pertanian TPH Prov. Kalimantan Selatan.

   

Pada kesempatan Kunjungan ini juga dibahas mengenai kemungkinan-kemungkinan adanya kerjasama antara Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel dengan SPP Negeri Banjarbaru, bentuk kerjasama yang kemungkinan akan terjalin oleh kedua pihak meliputi Pelatihan-pelatihan, Pendidikan, serta Bimbingan Teknologi.

   

Harapan kedepannya adalah dapat terwujudnya jalinan kerjasama antara Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel dengan SPP Negeri Banjarbaru guna mendukung Pengembangan Pertanian di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan.

Posted in Alat dan Mesin Pertanian, Pertanian, SDM, Umum | Leave a comment

PELATIHAN OPERATOR WEBSITE ALSINTAN

Kegiatan Pelatihan Operator Website Alsintan dilaksanakan pada tanggal18-19 Februari 2014 di Shafwah Guest House Banjarbaru yang beralamat di jalan Pangeran Suriansyah No 17 Mentaos Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Pelatihan Operator Website Alsintan dibuka oleh Bapak Ir. H. M. Arifin selaku Kepala Balai Alat dan Mesin pertanian TPH Prov. Kalimantan Selatan, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam hal mengentry Data Alsintan dan Data UPJA Kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dan juga meningkatkan pemanfaatan Website Statistik Data Alsintan pada Balai Alsintan TPH Kalimantan Selatan. 

Pelatihan ini diikuti oleh 18 orang peserta terdiri dari Operator Website Dinas Pertanian pada 12 Kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dan Operator Website Alsintan pada Balai Alsintan TPH Prov. Kalimantan Selatan.

Dalam Kegiatan ini meteri yang disampaikan adalah
  • Date Base UPJA dan Alsintan per Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan oleh Ibu Ir. Vitaria Siregar, MP. 
  • Entry Data UPJA dan Alsintan per Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan dan Praktek Entry Data UPJA dan Alsintan per Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan oleh Bapak Rakhmad Perryadhie.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Operator disetiap Kabupaten/Kota dapat memahami dan memanfaatkan Website ini sebagaimana mestinya.

Posted in Kegiatan Balai Alsintan TPH Prov. Kalsel | Leave a comment

Peran Penting Kelompok UPJA

UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) adalah suatu lembaga ekonomi pedesaan yang bergerak dibidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian untuk mendapatkan keuntungan usaha baik didalam maupun diluar kelompok tani/gapoktan.

UPJA dikatakan penting karena pengelolaan alsintan perorangan tidak efisien, solusi mengatasi kelangkaan tenaga kerja, peranan strategis menggerakkan perekonomian pedesaan.

Tingkat kemampuan UPJA dapat ditentukan dari kelas UPJA dengan memperhatikan aspek teknis, organisasi, ekonomi dan aspek penunjang. Kelas UPJA dapat dikategorikan mejadi 3 macam yaitu UPJA pemula, UPJA berkembang dan UPJA profesional. Aspek teknis meliputi : jenis, jumlah, kondisi alsintan, gudang dan bengkel alsintan ; aspek organisasi meliputi : legalitas dan struktur organisasi termasuk kelengkapan pembukuan UPJA dan aspek ekonomi  meliputi penambahan jumlah alsintan, sumber pendanaan serta penambahan jumlah pelanggan dan jangkauan wilayah pelayanan serta aspek penunjang : cara memperoleh pelayanan jasa UPJA, jadwal pelayanan operasional UPJA dan jumlah petani anggota kelompok tani yang membutuhkan jasa pelayanan UPJA.

Adapun permasalahan yang ada pada kelompok UPJA saat ini antaralain kurangnya tenaga operator belum terlatih, kemampuan manager masih rendah, kemitraan belum berkembang, pembinaan terhadap UPJA belum optimal, pembinaan UPJA belum mengarah pada usaha bisnis dan orientasi pasar. Ditambah lagi dengan kondisi kelembagaan UPJA saat ini  yang pada umumnya belum bisa berkembang baik, penyebabnya antara lain adalah lemahnya figur pimpinan, tidak ada aturan main yang tegas, kemampuan managerial pengurus lemah serta alsintan bantuan diperlakukan semata-mata sebagai sarana sosial bukan secara profesional serta belum semua UPJA memiliki bengkel sendiri.

Dari permasalahan yang ada diperlukannya peningkatan kinerja dan kelas UPJA yang dapat dilakukan yaitu dengan jangka pendek: Peningkatan pelatihan/pembinaan dan pendampingan manajemen bisnis sehingga UPJA dan alsin saat ini dapat dikembangkan secara optimal dan dalam jangka panjang yaitu jasa UPJA tidak hanya fokus pada pengembangan usahatani melainkan juga untuk pengembangan produk pertanian dalam arti luas yang memiliki daya saing tinggi dipasar terbuka. Dengan adanya peningkatan kenerja dan kelas UPJA ini diharapkan permasalahan yang ada pada kelompok UPJA dapat berkurang serta arah pengembangan UPJA yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan alsintan, meningkatkan IP, mendukung pemanfaatan air irigasi mengevaluasi kekurangan Tenaga Kerja dan menciptakan lapangan kerja, mendorong tumbuh kembangnya ekonomi dipedesaan serta mempercepat alih teknologi alsintan dapat tercapai. (Mhp-Lv)

Posted in Pertanian | Leave a comment

Workshop Alsin

Posted in Umum | 2 Comments

Mencari Ide Bisnis? Cari di Bidang Pertanian!

Saat ditanya mengenai peluang bisnis, generasi muda sekarang banyak yang tersedot perhatiannya ke dunia digital dan online. Mereka sangat tertarik dengan aplikasi, games, software, dan berbagai hal yang berbau teknologi terkini.
Namun, tidak banyak bisa kita temui mereka entrepreneur muda yang dengan kesungguhan dan kesadaran mau menggarap peluang bisnis di sektor pangan dan pertanian.

Padahal jika kita cermati, masalah yang dihadapi masyarakat dunia di bidang pangan juga tidak sedikit. Dan dari berbagai masalah yang muncul, semua itu bisa digarap sebagai peluang bisnis yang menguntungkan dan bermanfaat bagi keberlangsungan hidup orang banyak.
Menurut Bank Dunia, harga bahan makanan di dunia membubung tinggi dan mengancam keberlangsungan hidup jutaan orang di berbagai belahan dunia, terutama Afrika. Bahkan Agustus kemarin Bank Dunia menyatakan adanya kenaikan 10% dalam harga bahan makanan. Tepung maizena dan kedelai adalah beberapa komoditas yang kenaikannya sangat mencekik masyarakat lapisan bawah. Fenomena ini tentunya meresahkan masyarakat. Di sisi lain, lebih dari 17 juta orang di daerah Gurun Sahara mengalami kelaparan. Ini semua diperparah dengan iklim yang terus berubah. Banjir, kekeringan dan berbagai kendala alam juga terus menimpa dunia pertanian, yang pada akhirnya menyebabkan kegagalan panen dan mahal/ langkanya bahan makanan di pasar dunia.
Menyadari kondisi ini, Jason Reed pendiri Seedstock.com mengatakan dalam event pertemuan venture capitalist di UCLA Anderson School of Management bahwa dalam 40 tahun mendatang, akan ada setidaknya kenaikan 70% dalam hal permintaan bahan makanan di seluruh dunia. “Dan sampai sekarang belum banyak  model yang bisa digunakan untuk mendukung keberlanjutan ketersediaan pangan bagi umat manusia yang bisa melayani semua permintaan yang terus meningkat dan tekanan yang makin tinggi pula.
Pertanian yang menggunakan asas keberlanjutan (sustainability) yang sering diidentikkan dengan pertanian organik telah menunjukkan prospek cerah dan menuai untung. USDA bahkan bar-baru ini merilis hasil pertama surveinya terhadap industri pertanian organik. Dilaporkan angka penjualan produk organik di AS saja mencapai angka total 3,5 miliar dollar AS.
Dengan terbukanya peluang dalam sektor pangan dan pertanian ini, tidak ada salahnya jika generasi muda kita yang berminat pada entrepreneurship perlu mempertimbangkan membangun bisnis yang berkonsentrasi dalam ketersediaan dan pengolahan pangan yang jika tidak diperhatikan dan dirintis dari sekarang akan membuat risiko bencana kelaparan dan kurang gizi di dunia akan terus meningkat. (NvLv)

Posted in Pertanian | Leave a comment

EFISIENSI WAKTU TANAM DENGAN ALSIN TRANSPLANTER

Kehadiran teknologi alat dan mesin pertanian saat ini dirasakan sangat membantu petani dalam kegiatan usaha tani, baik dalam kegiatan penanaman sampai dengan panen dan pasca panen.Dalam kegiatan penanaman bibit padi di lahan sawah telah tersedia alat tanam padi (transplanter)yang dapat bekerja lebih efektif dan efisien dengan 4 baris sekali tanam pada jarak interval 30 cm.

Dalam pemakaian alat tanam padi ini, dapat menghemat waktu kerja 10 x lebih singkat bila dibandingkan dengan cara manual, jarak tanam dapat diatur dengan penyetelan (setting) pada kuku penanam (planting claw)dengan jarak tanam yang paling ideal 30 x 30 cm, hasil pengukuran uji coba alat tanam padi ini pada beberapa daerah menunjukkan dapat meningkatkan hasil 10 – 15 % per Ha di lahan sawah beririgasi.

Untuk luasan 1 Ha penggunaan alat tanam padi ini hanya memerlukan waktu ± 4 – 5 jam dan hanya memerlukan 4,5 liter bahan bakar (bensin).

Di Indonesia alat tanam padi ini dipasarkan oleh dua merek terkenal yakni PT. KUBOTA INDONESIA dan PT. YANMAR DIESEL INDONESIA.

Posted in Alat dan Mesin Pertanian | Leave a comment

ALSINTAN Information System

Gambaran umum Alsintan

ALSINTAN Information System adalah sebuah software aplikasi web base komputer yang akan merekam data Alat dan Mesin Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yang tersebar di Seluruh Kabupaten di Kalimantan Selatan. Dengan penggunaan aplikasi ini, pelaporan tentang data Alat & Mesin Pertanian di daerah dapat dilakukan dengan cepat dan akurat.

Aplikas ini berbentuk Web Base yang dapat digunakan oleh beberapa user sekaligus dengan modul yang berbeda untuk setiap user aksesnya.

Keuntungan Menggunakan ALSINTAN Information System

Banyak sekali keuntungan yang diperoleh dengan mengaplikasikan ALSINTAN. Di antaranya adalah:

  1. Pembuatan laporan dan hal-hal yang berhubungan dengan data alat &  mesin tanam yaitu pra-tanam & pemeliharaan,  panen  & pasca panen & UPJA dapat dilakukan dengan sangat cepat, akurat dan konsisten.
  2. Data entry juga cenderung lebih mudah karena sistem ini adalah user interface.
  3. Program ini mempunyai arsitektur Web Base yang dapat digunakan oleh beberpa user sekaligus.
  4. Mudah untuk melakukan Back Up Data.

Jenis Laporan Yang dihasikan ASINTAN

Ada 3 (tiga) jenis laporan / printout yang dapat dihasilkan yaitu:

  1. Alat dan Mesin Tanam Pra-Tanam dan Pemeliharaan
  2. Alat dan Mesin Tanam Panen dan Paska Panen
  3. UPJA & Jenis Alsin
Posted in Umum | Leave a comment